Perampokan Terjadi di Bandara Saat Siang Bolong, Uang Rp 6 Miliar Digasak
Aksi perampokan bersenjata terjadi di luar Bandara Internasional Port Vila, Vanuatu, pada siang hari 29 Desember. Tiga pria mengenakan pakaian pelindung berwarna putih dilaporkan merampok sebuah truk pengangkut uang tunai milik grup jasa keuangan Western Union menggunakan senapan.
Para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar
600.000 dolar Australia atau sekitar Rp 6 miliar sebelum melarikan diri.
Kepolisian setempat menyebut insiden tersebut sebagai perampokan bersenjata
terorganisir pertama yang terjadi di negara kepulauan Pasifik tersebut, yang
selama ini dikenal relatif aman.
Peristiwa itu mengejutkan masyarakat Vanuatu. Polisi
menyatakan aksi tersebut dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. Minimnya
informasi resmi pada hari-hari awal penyelidikan memicu spekulasi luas di media
sosial mengenai identitas dan keberadaan para pelaku.
Pada Selasa (6/1/2026), kepolisian Vanuatu menangkap terduga
pemimpin kelompok perampok di Pulau Santo dan membawanya ke Port Vila. Dua hari
kemudian, polisi mengonfirmasi telah menangkap tujuh tersangka lainnya. Dari
delapan tersangka, tujuh ditahan di pusat penahanan Port Vila, sementara satu
orang dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan polisi.
Komisaris Polisi Kalshem Bongran mengatakan para pelaku
memblokade truk pengangkut uang menggunakan minivan putih, menyerang pengemudi,
lalu mengambil uang tunai. Polisi berhasil mengamankan sekitar 592.000 dolar
Australia dari uang curian serta menyita senjata api dan kendaraan yang
digunakan.
Pemerintah Vanuatu menyatakan kasus ini ditangani dengan
tingkat keprihatinan tinggi dan meminta masyarakat tetap tenang.

Comments
Post a Comment